
Setelah menjalani rutinitas
beberapa bulan belakangan, rasanya ada yang terlewatkan dari yang
sudah-sudah, dari yang biasanya dijalani. Bukan sesuatu yang mendesak
mungkin tapi rasanya tetap aja nggak lengkap. Dan itu adalah…
1. Nonton anime dan atau dorama Jepang yang belum disulihsuarakan.
Ini
kebiasaan di kosan di Bandung selama ini. Ada teman sekos yang
sama-sama berminat belajar bahasa Jepang, dan kami sama-sama menyimak
bahasa Jepang dari anime atau dorama tadi. Berhasil buat dia tapi tidak
buatku hahahaha. Tentu saja karena aku nggak pernah belajar struktur
bahasa Jepang. Yah, seru aja mendengar aksen-aksen yang dibunyikan
pemeran/pengisi suaranya. Ah, tapi mungkin yang paling aku kangeni
adalah tertawa bersama teman nonton itu ketika melihat adegan lucu atau
komentar-komentar aneh bin sompral pada adegan-adegan yang sebenarnya
biasa saja tapi selalu bisa dicari celah untuk dikomentari.
2. Pretending to be Boke and Tsukkomi
Nggak
Boke-Boke atau Tsukkomi-Tsukkomi amat. Istilah Boke dan Tsukkomi kami
kenal dari serial Nodame Cantabile. Dalam serial itu Nodame
kadang-kadang (sering deng) ngerjain partnernya dan partnernya tak bisa
membalas karena terlanjur terjebak dalam permainan si Nodame. We used
terminology Bu Lurah and Dik Carik. None of us played Tsukkomi role,
actually. Both of us were Bokes. And Tsukkomi was other people around
us. Lately, it seems like I have forgotten how to be Boke. A couple of
weeks ago she said to me, "Kamu jelek kalau serius begitu." I should’ve
not take it seriously but at that time I was really uncomfortable with
myself. Felt like there’s a mask covers my face… At that time I
realized how I miss pretending to be Boke. Mungkin istilah yang tepat..
pengennya nggak serius-serius amat begitu hehehe. Serius tapi
santai….
3. Matahari yang tenggelam di balik menara gedung operasional atau Hotel Golden Botique yang kulihat saat pulang kantor.
Sekarang jadi sering pulang malam euy. Nggak sempat menikmati momen-momen matahari tenggelam dan langit meremang jingga.
4. Observing night sky using telescope, especially on detecting exo giant planet transit
Ah,
dulu, kalau lagi males ngamat, aku berdoa semoga langit mendung sampai
subuh. Dulu, bete banget kalau pointing susah banget. Dulu, waktu tidur
berkurang karena citra-citra bintang dan IgrabbingRAF-ing. Dulu.. Sekarang hal-hal yang kayak gitu malah bikin kangen.
5. Being relax
6.
(Day)Dreaming of working with Subaru, VLT, Keck, or any other large
telescopes installed on the peak of Mauna Kea, in La Palma, in
Switzerland, or in Chile and collaborate with Didier Queloz, Michel
Mayor, Jonathan Lunine, Jim Kasting, and other well-known exoplanet
discoverers/exoplanet research project..
Sekarang rasanya sulit mengimpikan hal-hal demikian. Pasang poster ALMA di kamar aja nggak berani. Pengecut.
7. Discuss any topics related to exoplanets and life beyond our mother Earth
8. Menulis artikel astronomi populer
Jadi nggak enak sama Vivi, dia terus yang ngurusin LS.
9. Listening to the music of my own playlist
Hmmm,
9 cukup ya hehehehe. Kalau mau nulis Things I Miss A Lot Lately di MP
masing-masing, sooooooooooooooook lah. Mudah-mudahan dengan menulis,
ada jalan untuk mengobati rasa rindu.
~~~~~
Cat.: gambar diambil dari tripadvisor.
Lagi pengen nyebur ke pantai yang berwarna hijau tosca :p Kemarin ke
pantai festival Ancol, tapi kan nggak ngerasain nyebur ke air dan
warnanya juga nggak hijau tosca